Rabu, 09 Januari 2013

Ujian Praktikum, Satu Soal Dikerjakan Keroyokan


Tohari Catur Pamungkas (kiri) dan Roihan Muhammad Iqbal memegang medali perunggu dan bendera merah putih saat penyerahan medali di Teheran, Iran.
Jakarta (Dikdas): Jumlah soal praktikum dalam International Junior  Science Olympiad (IJSO) di Teheran, Iran, hanya satu. Namun, soal itu mencakup tiga mata pelajaran yaitu biologi, fisika, dan kimia. Pengerjaannya “dikeroyok” tiga orang yang tergabung dalam satu tim. Bagaimana membangun kerja tim?

Roihan Muhammad Iqbal, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Tim III bersama Muhammad Alfiyandi Hariansyah dan Fienny Angelina, berbagi cerita. Ia sebelumnya tak pernah mengerjakan soal tentang elektroforesis. Makanya ia mengandalkan kerja sama tim. Pengerjaan soal dilakukan secara runtut. Data dikumpulkan lebih dulu. 

“Soalnya mencampur bahan, dimasukkan ke alat, dikasih listrik, terus dilihat perkembangannya,” ujarnya.  Dari proses tersebut kemudian mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan mencatatnya.

Namun sayang, ternyata alat yang digunakan rusak. “Jadi hasilnya kurang memuaskan,” keluhnya.
 
Tohari Catur Pamungkas, siswa SMP Sragen Bilingual Boarding School, Jawa Tengah, juga punya strategi sendiri. Bersama Hana Nurhidayati Utami dan Muhammad Mahendra Subrata di Tim IV, ia mulai mengerjakan soal dengan berdoa bersama. Kemudian mendikusikan langkah-langkah pengerjaan.

“Kalau mau ambil keputusan, didiskusikan. Jadi kita semua tahu jawaban soal. Salah satu salah, yang lain membenarkan,” tukasnya.

Mengerjakan soal praktikum yang mencakup tiga mata pelajaran memang rumit. Namun dengan kerja tim, semua kesulitan bisa terpecahkan.* (Billy Antoro)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar